Friday, September 12, 2008

Guru Pedang Penghiris Duka

Bermulanya langkah digelar semangat

Dihatinya penuh dengan keringat keramat

Membawa segunung kekuatan untuk kita

Itulah perwira pembela sejati anak bangsa

Tangisannya menitis tidak siapa peduli

Hanya Tuhan yang Esa sahaja mengetahui.

Dahulu kala guru dipandang seperti pena

Mencorak kertas putih menjadi bermakna

Masa kini sekadar memenuhi makna ilmu

Jasanya dianggap seperti tugas alam kalbu

Namun bagi guru matahari harus bersinar

Menerangi alam nyata dengan penuh sabar.

Dugaan baginya mengajarnya kasih sayang

Walaupun perit menelan, ilmu harus diberi

Sabarnya seorang guru memecah sunyi jahil

Inilah guru pelita untuk anak bangsa kita

Terang cahaya menyinar pekung di dada

Terbukalah sinar iman di dada seorang insan

Walaupun dimamah zaman berlalu

Jasanya sering menuntut untuk beraksi

Tanpa mengira rasa penat dan halangan

Semua ditepis bak habuk berterbangan

Guru sejati di manakah hakmu itu

Terbelakah nasibmu ditangan anak bangsa

Namun harum nama seorang guru

Menjadi sebutan hingga penghabisan hari.

Bila matahari tidak mahu bersinar

Maka tugasmu pun lenyap bersamanya

Itulah guru permata senjata manusia mulia

Menjadi pedang penghiris duka.

No comments:

Post a Comment